PONTIANAK – Usaha perikanan budidaya dengan sistem bioflok harus dijalankan secara berkelanjutan agar benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan anggota kelompok pembudidaya ikan (Pokdatan).
Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, H Syarief Abdullah Alkadrie, SH, MH, saat ditemui di sela kegiatan pulang kampung di Pontianak, Kalimantan Barat.
Sebagai salah satu aspirator bantuan kolam bioflok di Kalimantan Barat, Syarief sebelumnya meninjau langsung dan menebar benih Ikan Lele di sejumlah kolam bioflok yang merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
“Ini bantuan pemerintah yang sudah sangat lengkap. Mulai dari kolam terpal, jaringan air dan drainase, bangunan pendukung, obat-obatan, pakan, hingga bibit lele atau nila disiapkan sampai panen pertama. Kita harapkan jangan berhenti hanya sampai panen pertama saja,” tegasnya.
Menurutnya, setelah panen perdana, kelompok pembudidaya harus melanjutkan siklus budidaya berikutnya secara mandiri dengan membeli kembali bibit, pakan, dan kebutuhan lainnya.
“Keuntungan dari hasil panen seharusnya diputar kembali untuk budidaya kedua dan seterusnya. Jangan langsung dihabiskan. Ini usaha jangka panjang yang harus dikelola secara profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.
Politisi dari daerah pemilihan Kalimantan Barat itu berharap, usaha bioflok yang awalnya terdiri dari delapan kolam dapat terus berkembang menjadi belasan bahkan puluhan kolam.
“Tujuan pemerintah jelas, yaitu mendorong pembudidayaan ikan, pengembangan usaha, peningkatan gizi masyarakat, dan kesejahteraan pembudidaya. Semua itu hanya bisa tercapai kalau dikelola secara berkelanjutan,” katanya.
Sistem bioflok sendiri dinilai memiliki banyak keunggulan, antara lain meningkatkan produktivitas budidaya ikan di lahan terbatas, menghemat pakan dengan feed conversion ratio (FCR) rendah hingga 0,7, efisiensi penggunaan air, serta menjaga kualitas air tetap stabil. Limbah nitrogen diolah menjadi pakan alami sehingga menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan pembudidaya.
“Bantuan bioflok ini membuka peluang usaha baru, meningkatkan keterampilan teknis budidaya modern, sekaligus mendukung ketersediaan protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat,” ujar Legislator Partai NasDem tersebut. (dms)
