Generasi Muda Diminta Gencar Sosialisasikan Pilar-pilar Kebangsaan
PONTIANAK - Generasi muda terutama para aktivis pergerakan maupun pengurus organisasi kepemudaaan diimbau untuk membantu mengencarkan sosialisasi pilar-pilar kebangsaan berupa Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Peran serta pemuda ini, juga diharapkan dapat menerapkan pilar-pilar kebangsaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan melestarikannya sehingga tidak lengkang oleh perubahan budaya yang merasuk secara global.
Dikatakan Abdullah, era kemajuan teknologi ini membuat kehidupan dunia tidak ada batasan wilayah lagi. Kejadian apapun di belahan dunia lain akan mudah tersampaikan ke Indonesia termasuk budaya-budaya maupun kegiatan negatif.
"Bila hal ini tidak difilter secara bijak, bisa jadi akan mudah ditiru oleh generasi muda kita sekarang. Hal-hal positif akan berdampak baik, namun bila yang ditiru hal-hal negatif, ini yang kita kuatirkan bisa menjadi daya rusak atau keburukan yang menganggu kepentingan maupun kehiduapan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, termasuk persatuan dan kesatuan negeri ini," ulasnya.
"Kita contohkan seperti narkoba, terus menyebarkan berita-berita bohong atau hoax. Ini yang harus ditangkal sejak dini dan kontinu. Salahsatu upaya itu dengan mensosialisasikan pilar-pilar kebangsaan ini. Kita jangan hanya sebatas lips service saja, tapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, tetangga, RT, RW maupun lingkungan warga yang lebih besar lagi," ajak Abdullah.
Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Fraksi Partai Nasdem MPR RI mengajak para pengurus organisasi kepemudaan tersebut untuk berperan aktif ikut serta mensosialisasikan pilar-pilar kebangsaan tersebut, memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Mari kita menjadikan diri masing-masing sebagai contoh tauladan dalam menerapkan makna yang tersirat maupaun tersurat dalam butir-butir dari sila-sila Pancasila, pasal-pasal pada UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI," imbaunya.
