Jakarta, TagarKalbar- Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, H. Syarief Abdullah Alkadrie, meminta Kementerian Perhubungan agar segera menggeruk alur Sungai Kapuas. Jalur transportasi ini dinilai semakin mengalami pendangkalan.
Sungai Kapuas sebagai jalur transportasi sungai memiliki peranan yang sangat vital dalam menunjang pergerakan barang (logistik) dan penumpang di Kalimantan Barat.
![]() |
| Anggota Komisi V DPR RI H. Syarief Abdullah Alkadrie |
Hal tersebut disampaikan Syarief dalam rapat kerja antara Komisi V DPR RI dengan Kementerian Perhubungan yang digelar pada Rabu (18/2/2025) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam rapat tersebut, Syarief menegaskan bahwa alur Sungai Kapuas sudah bertahun-tahun tidak dikeruk. Akibatnya, sejumlah kapal kerap tertahan hingga empat hari di muara sungai karena tidak dapat masuk ke jalur pelayaran.
“Alur Sungai Kapuas sudah sekian tahun tidak dikeruk. Ini mengakibatkan beberapa kapal tertahan hingga empat hari di muara Sungai Kapuas karena tidak bisa masuk ke dalam. Kami juga mendapatkan masukan dari pemerintah daerah bahwa pendangkalan sungai menjadi penyebab banjir besar yang terjadi di Kalbar beberapa waktu lalu. Air dari hulu menuju muara menjadi lambat karena alurnya dangkal,” Terang Syarief.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menghambat arus transportasi, tetapi juga berdampak luas terhadap distribusi logistik di wilayah Kalimantan Barat. Sungai Kapuas menjadi jalur utama pengiriman berbagai kebutuhan penting seperti BBM, sembako, obat-obatan, produk otomotif, bahan bangunan hingga konstruksi.
Syarief menilai pengerukan alur sungai merupakan langkah mendesak yang harus segera direalisasikan demi menjaga kelancaran distribusi barang dan stabilitas perekonomian daerah, mengingat Pelabuhan Kijing saat ini masih belum bisa beroperasi secara optimal. Ia juga meminta Pelabuhan Kijing segera dioptimalkan sebagai pelabuhan ekspor dan impor.
(AHM)

